Atlet Australia Juara Ironman Bintan PDF Print E-mail
 Dibaca: 592 kali.
Written by Administrator   
Monday, 24 August 2015 03:43

BINTAN (HK)- Brad Kahlefeldt (36), atlet asal Australia berhasil mencatatkan dirinya sebagai juara pertama dalam ajang Ironman Bintan 70.3, Minggu (23/8).

Brad berhasil memutuskan tali garis finish dan keluar sebagai juara dengan catatan waktu 3 jam 55 menit 31 detik.

Di posisi kedua disusul atlet berkewarganegaraan Selandia Baru, Mike Philips (24) yang memiliki catatan waktu 4 jam 18 detik. Posisi ketiga adalah Fredrik Croneborg (35) atlet asal Swedia dengan catatan waktu 4 jam 2 menit 39 detik.

Ketiga atlet internasional itu, berhasil merajai ajang Ironman Bintan 70.3 yang pertama kali digelar di Indonesia. Ketiga atlat tersebut berhasil mencapai garis finish setelah melewati beberapa sesion, seperti berenang dengan jarak 1,9 kilometer (Km) disambung dengan bersepeda sejauh 90 kilometer dan diakhiri berlari mengitari kawasan Lagoi Bay dengan jarak 21 kilometer.

Tak hanya kategori Ironman Bintan 70.3 profesional saja, untuk kategori Bintan Blitz, atlet yang berhasil naik podium pertama Gina Crawford (35), asal Selandia Baru dengan catatan waktu 4 jam 25 menit 19 detik. Disusul posisi kedua Caitlin Snow (33), asal Amerika Serikat dengan waktu 4 jam 27 menit 2 detik, serta  diikut atlet asal Australia di posisi ketiga Katey Gibb (29), dengan hitungan waktu 4 jam 30 menit 3 detik.

Berbeda dengan pelaksanaan Metamen, ajang Ironman dikategorikan sebagai lomba yang lebih mendunia terutama untuk kawasan Asia Pasific. Managing Director Iven Organiser Meta Sport, Nathalie Marquet mengatakan, ajang Ironman sebagai kiblat dari ajang Metamen yang sebelumnya.

Dalam ajang Ironman kali ini, kata dia, banyak atlet yang ikut, meskipun ajang ini baru pertama kali digelar di Indonesia, yakni di Lagoi.

"Saat ini pesertanya dari 45 negara, kalau sebelumnya 35-an negara. Juga pengakuan dunia internasional semakin meningkat, begitu juga dengan kepercayaan mereka," kata Nathalie.

Sementara itu, Dirjen Informasi Pariwisata di Kementrian Pariwisata I Gde Pitana mengatakan, pelaksanaan ajang Ironman memang tidak semua peserta bisa mengikutinya. Karena tidak semua atlet mampu melakukan sesi perlombaan dalam ajang Ironman ini.

"Tidak semua atlet bisa ikut dalam ajang world championship seperti ini (Ironman, red), karena Ironman ajang yang lebih berat dan sudah mendunia," tuturnya.

Sumber : Haluan Kepri