Makam Bukit Batu PDF Print E-mail
 Dibaca: 985 kali.
Written by Administrator   
Thursday, 23 April 2015 03:55

Tradisi ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Bintan. Tradisi ini muncul sejak tahun 1943 atau bertepatan dengan zaman penjajahan Jepang. Semasa pendudukan Jepang ke Indonesia, tidak sedikit pemuda-pemuda Bintan yang diambil untuk melakukan kerja paksa. Pemuda-pemuda Bintan tadi dibawa tentara Jepang ke Thailand untuk bekerja disana. Puas menanggung kerinduan tadi, para kerabat di Bintan bernazar (niat), kelak apabila orang-orang yang dibawa Jepang tadi kembali dengan selamat, maka mereka akan berziarah ke Makam Leluhur di Bukit Batu. Tidak sekedar ziarah, mereka juga benjanji akan membawa Pulut (Nasi ketan) Kuning dan sebiji telur serta berbagai hiasan. Doa pun terkabul. Akhirnya orang-orang yang dirindukan pun pulang, hingga masyarakat setempat berbondong-bondong menunaikan nazarnya ke Makam Bukit Batu.