Petunjuk Teknis Musrenbang Kecamatan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 25 February 2013 01:36

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN MUSRENBANG KECAMATAN DI KABUPATEN BINTAN

 

Musrenbang Kecamatan merupakan forum musyawarah antar para pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kabupaten di wilayah kecamatan. Musrenbang kecamatan dikoordinasikan oleh Bappeda kabupaten dan dilaksanakan oleh Camat.

Tujuan penyelenggaraan musrenbang kecamatan antara lain:

1. Membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan.

2. Membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa.

3. Menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD kabupaten.

Hasil musrenbang kecamatan dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan rancangan Renja SKPD.Penyelenggaraan musrenbang kecamatan selambat-lambatnya minggu kedua bulan Pebruari.

Secara ringkas bagan alir kegiatan musrenbang RKPD kecamatan dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut:

Gambar 1

Alur Proses Musrenbang Kecamatan

Unsur-unsur yang dilibatkan dalam musrenbang kecamatan sekurang-kurangnya terdiri dari:

1. Peserta

Peserta musrenbang kecamatan terdiri atas para kepala desa dan lurah, delegasi musrenbang desa, delegasi kelurahan, pimpinan dan anggota DPRD kabupaten asal daerah pemilihan kecamatan bersangkutan, perwakilan SKPD, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan dan kelompok masyarakat rentan termarginalkan dan pemangku kepentingan lainnya skala kecamatan.

2. Narasumber

Narasumber musrenbang kecamatan dapat terdiri dari pejabat Bappeda, perwakilan DPRD, camat, dan perwakilan SKPD kabupaten dan unsur lain yang diperlukan.

3. Fasilitator

Fasilitator adalah tenaga terlatih atau berpengalaman yang memiliki persyaratan kompetensi dan kemampuan memandu pembahasan dan proses pengambilan keputusan dalam kelompok diskusi Musrenbang kecamatan dilakukan dengan tahapan, sebagai berikut:

 

A. PERSIAPAN MUSRENBANG KECAMATAN

Dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Pembentukan Tim

Camat menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan dengan anggota terdiri dari: unsur kecamatan dan unsur masyarakat (akademisi, tokoh masyarakat, LSM, dan keterwakilan perempuan) dengan mempertimbangkan kemampuan dan komitmen untuk aktif terlibat dalam seluruh tahap penyelenggaraan musrenbang kecamatan.

2. Penyusunan jadwal dan agenda musrenbang kecamatan

3. Penyiapan data dan informasidan bahan-bahan yang diperlukan untuk dibahas dalam musrenbang kecamatan.Data dan informasi yang disiapkan oleh Tim Penyelenggara dan bahan pembahasan musrenbang kecamatan antara lain:

a) Daftar Kegiatan Prioritas Kecamatan

Daftar kegiatan prioritas pembangunan daerah kabupaten di kecamatan disesuaikan dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RKPD yang dikelompokkan menurut SKPD sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Bahan diperoleh dari Bappeda kabupaten, yang dapat disusun dan disajikan kedalam format FORM KECAMATAN 1

b) Kompilasi Hasil Musrenbang Desa

Kompilasi hasil musrenbang desa menurut urutan prioritas yang disepakati di musrenbang desa/kelurahan, dan dikelompokkan menurut SKPD, yang disajikan seperti dalam format FORM KECAMATAN 2

4. Penyiapan daftar berbagai unsur yang akan dilibatkan dalam musrenbang kecamatan yaitu narasumber, fasilitator, dan peserta.

5. Pemberitahuan jadwal dan tempat pelaksanaan musrenbang kepada Bappeda kabupaten. Dalam hal ini camat menyampaikan surat pemberitahuan kepada Bappeda dengan dilampiri bahan pembahasan musrenbang sebagaimana dimaksud pada nomor 2 (jadwal dan agenda musrenbang kecamatan) diatas.

6. Mengumumkan secara terbuka jadual, tempat, dan agenda musrenbang kecamatan minimal 7 (tujuh) hari sebelum acara musrenbang dilakukan.

7. Penyampaian undangan kepada peserta musrenbang kecamatan, yang dilampiri dengan bahan musrenbang.

 

B. PENYELENGGARAAN MUSRENBANG KECAMATAN

Dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Pendaftaran peserta

2. Acara pembukaan musrenbang

3. Sidang Pleno I Pemaparan materi dari narasumber dan materi musrenbang:

4. Sidang Kelompok

a. Pemilihan unsur pimpinan kelompok diskusi terdiri dari ketua, sekretaris dan notulen yang dipilih dari dan oleh anggota kelompok diskusi yang difasilitasi oleh fasilitator.

b. Penyerahan kelompok diskusi dari fasilitator kepada Ketua kelompok diskusi yang terpilih untuk memimpin jalannya pemaparan dan pembahasan materi dalam kelompok diskusi.

c. Verifikasi usulan kegiatan prioritas desa/kelurahan oleh peserta musrenbang kecamatan dan dinilai kesesuaiannya dengan prioritas dan sasaran daerah sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan oleh peserta kelompok.

d. Setelah dilakukan penyepakatan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan prioritas, selanjutnya dilakukan skoring dan rating untuk menentukan urutan prioritas. skoring dan rating dilakukan untuk tiap kelompok kegiatan dari masing-masing prioritas pembangunan daerah. Kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian prioritas ditetapkan oleh camat. Kriteria penilaian dapat dikembangkan sesuai kondisi setempat.

Sebagai contoh kriteria:

(1) Kesesuaian dengan rancangan awal RKPD;

(2) Kepentingan lintas desa/kelurahan;

(3) Dukungan pada pencapaian target prioritas pembangunan kabupaten;

(4) Dukungan pada pemenuhan hak dasar rakyat lintas desa/kelurahan;

(5) Dukungan pada nilai tambah pendapatan lintas desa/kelurahan.

Hasil prioritisasi kegiatan berdasar kriteria, disajikan dalam FORM KECAMATAN 3.

e. Setelah diperoleh urutan prioritas usulan kegiatan dari desa/kelurahan, forum diskusi menyepakati kegiatan yang akan dijadikan kegiatan prioritas kecamatan, untuk selanjutnya diselaraskan dengan rancangan rencana program dan kegiatan SKPD yang tercantum dalam rancangan awal RKPD.

f. Selanjutnya dilakukan langkah penyelarasan rancangan kegiatan pada rancangan awal RKPD dengan Daftar Kegiatan Prioritas Kecamatan yang dihasilkan dari langkah pada huruf d diatas.

Langkah penyelarasan dapat dilakukan antara lain dengan cara sebagai berikut:

1) Memeriksa apakah semua kegiatan prioritas kecamatan tersebut sudah tercantum pada rancangan kegiatan prioritas SKPD yang ada dirancangan awal RKPD.

2) Apabila kegiatan prioritas kecamatan sudah tercakup dalam rancangan kegiatan SKPD di rancangan awal RKPD, maka diserasikan lokasi dan target volume kegiatan, dengan mempertimbangkan ketersediaan pagu indikatif.

3) Apabila kegiatan prioritas tersebut belum tercakup, maka ditambahkan pada daftar rencana kegiatan SKPD yang ada di rancangan awal RKPD.

4) Kegiatan prioritas kecamatan yang tidak dapat dilakukan hanya oleh satu SKPD, dikelompokkan sebagai kegiatan lintas SKPD.

g. Langkah selanjutnya dilakukan penajaman rumusan sasaran dari kegiatan SKPD, berdasarkan prioritas kecamatan yang telah disepakati dalam diskusikelompok musrenbang kecamatan.

h. Langkah selanjutnya dilakukan penyepakatan usulan pagu indikatif masing-masing kegiatan dalam wilayah kecamatan, yang disesuaikan dengan ketersediaan pagu indikatif yang dialokasikan untuk kecamatan tersebut.

i. Hasil kesepakatan kegiatan prioritas kecamatan menurut SKPD selanjutnya dapat dituangkan dalam FORM KECAMATAN 4.

j. Kegiatan yang belum dapat disepakati sebagai kegiatan prioritas kecamatan untuk dilakukan dalam tahun rencana berdasar alasannya, perlu didokumentasikan sebagai bahan pertimbangan untuk diusulkan dalam perencanaan tahun berikutnya. Beberapa kemungkinan alasan pertimbangan antara lain:

1) daya ungkit terhadap capaian prioritas daerah kurang tinggi;

2) keterbatasan anggaran tahun rencana, sehingga kemungkinan ditunda untuk diusulkan tahun berikutnya;

3) termasuk kewenangan lintas kabupaten sehingga diusulkan ke provinsi; dan

4) alasan lainnya.

k. Pendokumentasian kegiatan yang belum diakomodir disusun dengan cara disajikan dalam FORM KECAMATAN 5.

l. Pengambilan keputusan kesepakatan terhadap kegiatan yang diusulkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.

m. Apabila pengambilan keputusan tidak dapat ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat, pengambilan keputusan ditetapkan dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah kelompok diskusi.

n. Perumusan hasil kelompok diskusi dipimpin oleh ketua, sekretaris dan notulis dibantu fasilitator dan narasumber.

5. Sidang Pleno II

Sidang Pleno II dipimpin oleh Camat. Dalam sidang Pleno II bertujuan untuk:

· Pemaparan kegiatan prioritas kecamatan beserta sasarannya, yang merupakan hasil kesepakatan dari masing-masing kelompok dihadapan seluruh peserta musrenbang RKPD kabupaten di kecamatan.

· Memperoleh tanggapan, penajaman, dan klarifikasi dari seluruh peserta musrenbang kecamatan terhadap materi yang dipaparkan oleh ketua kelompok diskusi, dan pengambilan keputusan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan daerah kabupaten dikecamatan.

6. Rangkuman hasil kesepakatan dalam sidang pleno II, dirumuskan kedalam rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang kecamatan oleh tim perumus yang dipimpin oleh Camat.

7. Rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang kecamatan, dibacakan kembali dalam sidang pleno II untuk disepakati dan ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri musrenbang kecamatan.

8. Camat menyampaikan salinan berita acara kesepakatan hasil musrenbang kecamatan kepada bupati sebagai bahan penyusunan RKPD kabupaten, kepada Kepala Bappeda dan kepada Kepala SKPD kabupaten sebagai bahan penyusunan rancangan Renja SKPD yang akan dibahas di forum SKPD.

 

 

 

 

 

C. KELUARAN

Keluaran dari kegiatan Musrenbang Kecamatan sebagai bahan Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten meliputi :

a. Berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD di kecamatan;

b. Daftar hadir peserta musrenbang RKPD di kecamatan;

c. Kegiatan Prioritas Kecamatan menurut SKPD;

d. Daftar usulan yang belum disetujui Musrenbang RKPD di kecamatan;

dengan contoh format sebagai berikut:


 

a. Format Rancangan Berita Acara Kesepakatan Hasil Musrenbang Kecamatan

 

RANCANGAN BERITA ACARA

HASIL KESEPAKATAN MUSRENBANG RKPD

KABUPATEN BINTAN

DI KECAMATAN ........ TAHUN .............

 

Pada hari..... tanggal..... sampai dengan tanggal ………bulan ………… tahun …………bertempat di ..............telah diselenggaran musrenbang Kecamatan yang dihadiri pemangku kepentingan sesuai dengan daftar hadir peserta yang tercantum dalam LAMPIRAN I berita acara ini.

Setelah memperhatikan, mendengar dan mempertimbangkan:

1. Sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ...... (dijelaskan secara berurutan pejabat yang menyampaikan) pada acara pembukaan musrenbang kecamatan.

2. Pemaparan materi lainnya (disesuaikan dengan materi dan nama pejabat yang menyampaikan).

3. Tanggapan dan saran dari seluruh peserta musrenbang kecamatan terhadap materi yang dipaparkan oleh masing-masing ketua kelompok diskusi sebagaimana telah dirangkum menjadi hasil keputusan kelompok diskusi musrenbang kecamatan, maka pada:

Hari dan Tanggal : ....................................................................

J a m : ....................................................................

Tempat : ....................................................................

musrenbang kecamatan .............. :

 

MENYEPAKATI

KESATU : Kegiatan Prioritas, Sasaran, yang disertai target dan kebutuhan pendanaan dalam Daftar Prioritas Kecamatan …… Kabupaten Bintan Tahun .... sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN II berita acara ini.

KEDUA : Usulan program dan kegiatan yang belum dapat diakomodir dalam rancangan RKPD Kabupaten Bintan Tahun .... - .... beserta alasan penolakannya sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN III berita acara ini.

KETIGA : Hasil kesepakatan sidang-sidang kelompok Musrenbang Kecamatan ….. Kabupaten Bintan Tahun... dan Daftar hadir Peserta Musrenbang sebagaimana tercantum dalam Lampiran I merupakan satu kesatuan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari berita ini.

KEEMPAT : Berita acara ini dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan RKPD kabupaten Bintan Tahun ….

Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

..........................., tanggal …...........

 

 

 

Pimpinan Sidang

Tanda tangan

( Nama)

 

Mewakili peserta Musrenbang Kecamatan ………

 

NO

Nama

Lembaga/instansi

Alamat

Tanda Tangan

1.

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

Dst..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b. Format Daftar Hadir Peserta Musrenbang Kecamatan

 

 

LAMPIRAN I

:

BERITA ACARA kesepakatan hasil musrenbang kecamatan

 

 

NOMOR

:

 

 

 

TANGGAL

:

 

 

 

Daftar Hadir Peserta Musrenbang Kecamatan

Kecamatan : ………...............

Tanggal :………...............

Tempat :………...............

 

No

Nama

Lembaga/Instansi

Alamat & no telp.

Tanda tangan

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 


 

c. Format Daftar Urutan Kegiatan Prioritas Kecamatan Menurut SKPD (Form Kecamatan 4)

 

 

LAMPIRAN II

:

BERITA ACARA kesepakatan hasil musrenbang kecamatan

 

 

NOMOR

:

 

 

 

TANGGAL

:

 

 

 

DAFTAR URUTAN KEGIATAN PRIORITAS KECAMATAN MENURUT SKPD

Kecamatan : ………...............

Tahun :………...............

 

 

No

Prioritas Daerah

Sasaran Daerah

Program

 

Kegiatan Prioritas

Sasaran Kegiatan

Lokasi (desa/ kel)

Volume

Pagu

SKPD Penanggung jawab

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

d. Format Daftar Kegiatan yang belum disepakati (FORM KECAMATAN 5)

 

 

LAMPIRAN III

:

BERITA ACARA kesepakatan hasil musrenbang kecamatan

 

 

NOMOR

:

 

 

 

TANGGAL

:

 

 

 

DAFTAR KEGIATAN YANG BELUM DISEPAKATI

Tahun……

 

 

No

Kegiatan

Lokasi (Desa/Kelurahan)

Volume

Alasan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Bappeda Bintan

 

Last Updated on Monday, 25 February 2013 01:58  Dibaca: 3439 kali.